Bintunipos.com, – Salah satu alumni Hospitality Batch 19 P2TIM, Suci Indah Lestari Fimbay Rita Rita, berhasil lolos seleksi untuk mengikuti pelatihan dan persiapan kerja di Jepang.
Suci, yang berasal dari suku Wamesa dan berdomisili di Distrik Babo, menjadi alumni pertama dari jurusan Hospitality bagian Product yang berhasil menembus seleksi tersebut, setelah sebelumnya banyak peserta mencoba namun belum berhasil.
Dalam perjalanannya, Suci mengaku awalnya tidak pernah membayangkan bisa sampai ke tahap ini. Ia sempat memiliki keinginan untuk bekerja di LNG Tangguh setelah menyelesaikan pelatihan di P2TIM. Namun, kesempatan mengikuti seleksi kerja ke Jepang justru membuka jalan baru dalam hidupnya.
“Seringkali banyak hal baik yang kita inginkan tidak terjadi, namun justru yang terjadi adalah sesuatu yang lebih kita butuhkan. Awalnya saya hanya ingin bekerja di LNG Tangguh, tapi ketika saya dinyatakan lulus seleksi ke Jepang, saya merasa ini adalah sesuatu yang lebih besar dan bermakna bagi saya dan keluarga,” kata Suci, Selasa (31/3/2026).
Keputusan untuk mengikuti seleksi tersebut berawal dari keinginannya untuk keluar dari zona nyaman. Informasi mengenai peluang kerja ke Jepang ia peroleh dari P2TIM, yang kemudian membawanya mengikuti tahapan seleksi dengan penuh kesungguhan, meski awalnya tidak berharap banyak.
“Saya pikir peluangnya kecil, tapi saya tetap berusaha maksimal di setiap tahapan,” katanya.
Suci harus melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari wawancara motivasi, psikotes, wawancara lanjutan, hingga pemeriksaan kesehatan (MCU). Ia mengakui, proses tersebut tidak mudah.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah soal psikotes yang dinilai cukup menjebak, serta kendala jaringan internet yang kurang stabil saat mengikuti tahapan seleksi secara daring.
“Psikotes terlihat mudah, tapi ternyata berputar-putar dan sempat membuat saya keliru. Selain itu, jaringan juga kadang menjadi kendala,”ujarnya.
Di balik tantangan tersebut, Suci memiliki motivasi kuat untuk mengubah kondisi ekonomi keluarga serta mencoba hal baru di luar zona nyaman. Jepang, menurutnya, merupakan negara impian dengan kualitas hidup yang baik serta etos kerja yang tinggi.
Ia juga mengaku mendapat dukungan besar dari para trainer di P2TIM yang terus memotivasi dirinya untuk berani mencoba.
“Pesan dari trainer selalu saya ingat, jangan takut mencoba dan berani keluar dari zona nyaman,” ujarnya.
Keberhasilan Suci tidak lepas dari peran P2TIM yang terus memberikan pendampingan, bahkan setelah dirinya menjadi alumni. Mulai dari proses pendaftaran ke LPK hingga dinyatakan lulus seleksi, Suci merasakan dukungan penuh dari para trainer dan staf.
“Saya sangat berterima kasih kepada P2TIM dan semua trainer yang telah membimbing saya. Bahkan setelah lulus, saya masih didampingi sampai bisa lolos seleksi ini,” tuturnya.
Suci berharap, keberhasilannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya anak-anak Teluk Bintuni, untuk berani bermimpi dan memanfaatkan peluang yang ada, termasuk kesempatan bekerja di luar negeri.
“Saya berharap kesempatan ini juga bisa dimanfaatkan oleh saudara-saudari saya yang lain. Semoga semakin banyak anak-anak Teluk Bintuni yang sukses, tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri,” ujarnya.
Ia pun membagikan tips bagi para calon peserta yang ingin mengikuti jejaknya, yakni dengan memperbanyak informasi tentang negara tujuan serta mempersiapkan diri sebaik mungkin.
“Yang paling penting adalah membanggakan keluarga dan almamater,”tutupnya.
Kini, Suci tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti pelatihan lanjutan sebelum berangkat ke Jepang. Ia berharap doa dan dukungan dari masyarakat agar dapat menjalani proses tersebut dengan lancar dan membawa nama baik keluarga serta P2TIM.(***)








