Bintunipos.com,-Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Teluk Bintuni, berencana siap mendorong PT Pertamina (Persero) untuk tidak melulu melihat pengadaan Pertashop dari kacamata bisnis.
Lebih dari itu, Pemkab Teluk Bintuni berencana meminta perhatian khusus Pertamina memberikan peluang bagi pelaku usaha UMKM Pertashop, agar bisa menjual BBM jenis Pertalite, tidak hanya jenis non subsidi Pertamax.
Dimana jikalau dimungkinkan dan memenuhi syarat, Pemkab Teluk Bintuni berencana mendorong outlet Pertashop yang tersebar di Wilayah Teluk Bintuni, untuk turut menjual atau menyalurkan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), yakni Pertalite, bagi Masyarakat di Wilayahnya secara utuh.
Hal ini bukan tanpa alasan, keberadaan Pertashop di pelosok daerah cukup disambut positif masyarakat. Selain itu, wilayah keterjangkauan Teluk Bintuni yang luas tujuan dibolehkannya Pertashop menjual Pertalite ini semata-mata untuk memudahkan masyarakat di daerah terpencil mendapatkan BBM murah dan satu harga.
“Contoh misalnya, ada mitra penyalur resmi BBM Bersubsidi mempunyai kuota menyalurkan BBM sebesar 1.234 K/L satu tahun, tapi hanya bisa terjualkan atau tersalurkan 1 bulan 60 ton atau 700.000 ribu liter. Untuk itu kita minta bisa tidak kuota ini di distribusikan ke pertashop lainnya. Intinya pasokan BBM bersubsidi atau Pertalite dalam konsep satu harga ini, kami harap bisa tersalurkan ke Masyarakat. Karena kami pemerintah daerah ingin ada pemerataan, dan penyaluran stock BBM yang merata kepada Masyarakat, serta bersama – sama menjaga kestabilan harga BBM guna menekan angka inflasi,”Ucap Bupati Yohanis Manibuy, dalam pertemuan bersama pelaku usaha agen penyalur BBM di Teluk Bintuni, pada Sabtu (25/4/2026), bertempat di ruang media centre Kominfo.
Pemkab Teluk Bintuni berharap, kajian terhadap peluang pemberian izin penjualan Pertalite kepada Pertashop, mendapat perhatian khusus dan serius oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), apalagi Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, berperan krusial sebagai pilar ketahanan energi nasional.
” Kita ini teluk bintuni adalah pemasok dan penyangga energi nasional. Sehingga kedepan itu sangat diharapkan ada perhatian khusus soal penyaluran BBM bersubsidi bagi Masyarakat ini harus diperhatikan baik oleh Pemerintah Pusat,”Ucap Bupati
Dalam pertemuan yang berlangsung dan melibatkan TPID dan tim satgas pangan daerah, diketahui, bahwa Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menegaskan komitmennya untuk menuntaskan program strategis nasional BBM Satu Harga untuk memenuhi seluruh titik lokasi yang telah ditetapkan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
“Kasian kita punya masyarakat di distrik ini, kadang susah mendapatkan jumlah kuota penyaluran BBM yang tidak tercukupi. Dan bahkan ada ketidaksesuaian harga di lokasi, bahkan kadang – kadang penyalur resmi BBM sering juga kedapatan menjual BBM jenis pertalite harga eceran,”Cetus Bupati Menambahkan.
Oleh sebab itu, melalui komitmen pengendalian dan pendistribusian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang tepat sasaran kepada Masyarakat dengan harga yang setara antara wilayah kota dan daerah terpencil, Pemkab Teluk Bintuni berharap, gejolak harga atau inflasi pangan dapat terkendali.
Selain itu juga, dengan pengendalian pendistribusian kuota BBM yang tepat sasaran, dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di pelosok Kabupaten Teluk Bintuni.
Sekedar diketahui, Pertashop merupakan outlet penjualan Pertamina berskala tertentu yang dipersiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non subsidi, LPG non subsidi, dan produk ritel Pertamina lainnya dengan mengutamakan lokasi pelayanannya di desa atau di kota yang membutuhkan pelayanan produk ritel Pertamina. [***]









