Home / Uncategorized

Monday, 17 August 2026 - 11:34 WIB

Momen HUT Kemerdekaan RI Ke-81 Tahun ,Kepala Distrik Merdey Himbau Warga Stop Budaya Palang Jalan

Bintunipos.com,- Upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 81 Tahun,juga di rayakan di wilayah distrik distrik pedalaman kabupaten Teluk Bintuni papua barat.

Salah satunya distrik Merdey yang terletak diwilayah pegunungan Teluk Bintuni juga melaksanakan upacara bendera yang berlangsung di lapangan Distrik Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni.

Kepala Distrik Merdey, Yustina Ogoney, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) peringatan HUT ke-81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (17/08).

Pada momen tersebut Kepala Distrik Merdey Kabupaten Teluk Bintuni Yustina Ogoney ,menyuarakan dan mengajak masyarakat adat Moskona, khususnya warga Merdey, menghentikan kebiasaan memalang jalan yang dinilai menghambat pembangunan.

Melalui momen HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 tahun Ini,menjadi cara terbaik mengenang perjuangan itu adalah dengan berkontribusi pada pembangunan, dimulai dari lingkungan terkecil seperti keluarga dan kampung.

Kebiasasaan atau budaya tradisi palang jalan yang menurutnya masih menjadi salah satu penghambat utama pembangunan di Distrik Merdey. Ia menjelaskan, secara adat, palang biasanya jatuh ketika negosiasi antara masyarakat adat dan pemerintah atau pihak lain menemui jalan buntu.Palang jalan Salah satu hal yang menjadi menghambat pembangunan di daerah ini ” kata Ogoney.

Ia mengingatkan, dampak dari pemalangan jalan justru paling dirasakan oleh masyarakat Merdey sendiri, berupa akses yang terputus dan ekonomi yang tidak berjalan.

“Yang palang malah yang merasakan pemalangan itu, akses terputus, ekonominya tidak berjalan, yang merasakan itu adalah keluarga kita sendiri,” ujarnya.

Ogoney meminta masyarakat adat mendukung pemerintah daerah dan Bupati Teluk Bintuni dalam pembangunan, termasuk tidak menetapkan harga hak ulayat yang terlalu tinggi kepada pemerintah maupun pihak ketiga.

Ia menegaskan, fasilitas umum seperti jalan dan jembatan yang telah dibebaskan sudah melalui pembayaran hak ulayat, sehingga permintaan atas peningkatan pembangunan selanjutnya sebaiknya disesuaikan dengan kewajaran.

“Jalan itu adalah akses satu-satunya yang bisa menghubungkan kita, untuk kita bisa merdeka secara ekonomi, merdeka secara pendidikan, kesehatan,” katanya.

Ia menambahkan, jalan yang baik akan membuka peluang masyarakat memasarkan potensi kampung dan distrik, termasuk lewat platform digital, kepada pengunjung maupun pembeli dari luar wilayah.

Ogoney mengajak seluruh masyarakat adat suku Moskona, khususnya Merdey, menyelesaikan persoalan hak ulayat melalui musyawarah.

Ia menyebut sebagian pembangunan bisa diserahkan kepada pemerintah, sementara sebagian lain tetap dikelola secara mandiri oleh masyarakat adat.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

HUT RI ke-81 Tahun,140 Warga Binaan Rutan Kelas II B Teluk Bintuni Mendapat Remisi.

Uncategorized

Upacara Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kabupaten Teluk Bintuni Berjalan Aman Dan Lancar

Uncategorized

Upacara Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kabupaten Teluk Bintuni Berjalan Aman Dan Lancar

Uncategorized

Bupati Teluk Bintuni Kukuhkan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Upacara Bendera HUT RI Ke-81.

Uncategorized

Pameran Inovasi Aplikasi Teknologi HUT RI Ke- 81,Bupati Dan Wakil Bupati Teluk Bintuni Kunjungi Stan PWI

Uncategorized

52 Regu Lomba Gerak Jalan Indah Meriahkan HUT RI Ke-81 Tahun.

Uncategorized

Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy Sambut Kedatangan Kejati Baru Papua Barat

Uncategorized

Momentum HUT RI Ke-81 Bersinergi Positif Membangun Kabupaten Teluk Bintuni Yang Serasi