Bintunipos.com,-25 petugas kesehatan dari 25 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se Kabupaten Teluk Bintuni,mengikuti pelatihan Akupresur secara daring dan Luring selama tiga hari .
Pelatihan bagi tenaga kesehatan itu berlangsung di aula penginapan Kartini Teluk Bintuni (29/08),yang di buka langsung Kepala Dinas Kesehatan dr. Johannes D. Risamasu, M.Kes., Sp.PK.,mewakili Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy.
Pada kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan Teluk Bintuni dr. Johannes D. Risamasu, M.Kes., Sp.PK.mengatakan melalui pelatihan ini akan nantinya dapat diterapkan secara maksimal dan tidak hanya berhenti pada para peserta.
Tenaga kesehatan sebagai garda terdepan menjadi pendorong dan pembina pelayanan kesehatan tradisional di wilayah kerja masing-masing, mengintegrasikan teknik akupresur secara aman dalam program promosi kesehatan dan pencegahan penyakit di Puskesmas, serta mengedukasi masyarakat agar mampu melakukan perawatan kesehatan mandiri (self-care) secara tepat.
Melalui pelatihan ini diharapkan kepada seluruh petugas kesehatan agar memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sebaik-baiknya serta menggali ilmu dan pengalaman dari para narasumber dan fasilitator, sehingga kompetensi yang diperoleh dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni ujar Johannes.
Melalui momen ini dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni dan LP2TK Sawerigading Indonesia.Kerjasama ini merupakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Tradisional, Ida Asmorom, AMD. KL, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam memberikan pelayanan akupresur, khususnya dalam mengenali dan memberikan stimulasi pada titik-titik akupresur yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia berharap para petugas yang telah mengikuti pelatihan dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di Puskesmas masing-masing, sehingga pelayanan akupresur dapat semakin optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(***)








