Bintunipos.com, – Puluhan hamba Tuhan atau pelayan Firman dilingkungan Klasis GKI Teluk Bintuni mengikuti pelatihan multimedia,terkait dengan karya jurnalistik,cara penulisan berita yang benar.Kegiatan pelatihan itu diselenggarakan oleh Klasis GKI Teluk Bintuni (29/11) di aula Klasis GKI Teluk Bintuni.
Sedangkan narasumber menghadirkan media lokal sebagai pemateri.Tujuan dilaksanakan pelatihan ini,guna memperkuat kemampuan para pelayan Tuhan dalam memanfaatkan teknologi komunikasi di era digital di manapun melaksanakan peloayanan.
Narasumber atau pemateri dari Media IndikatorNews.co.id, Wawan Gunawan, SH,menyajikan materi teknik penulisan berita dengan kaidah jurnalistik 5W+1H.
Setiap pelayan Firman atau hamba Tuhan menyampaikan kebenaran firman Tuhan perlu memahami dasar-dasar penulisan berita yang benar, mulai dari unsur what, who, when, where, why, hingga how.
Penulisan berita bukan hanya disajikan pada kegiatan gereja saja , tetapi juga sebagai upaya menjaga kualitas informasi yang disebarkan kepada jemaat maupun masyarakat luas.
Dewasa ini perkembangan penggunaan media sosial semakin meningkat sehingga perlu memahami karya jurnalistik seperti penulisan berita yang baik dan benar.Hal ini untuk mencegah penyebaran berita hoaks yang dapat merugikan banyak pihak dan mencoreng citra pelayanan gereja.
“Media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk memberitakan Injil, tetapi harus digunakan dengan benar. Jangan sampai kita menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya, karena hal tersebut bisa berdampak hukum,” tegas Wawan.
Hal yang sama juga di sampaikan Haiser Situmorang dari mediaproraktat.com menyampaikan bahwa para hamba Tuhan pada pengabaran Injil dapat melalui media media resmi maupun platform digital.
Penyampaian firman Tuhan melalui media massa seperti cetak maupun online mampu menjangkau jemaat yang berhalangan hadir saat ibadah. Dengan demikian, mereka tetap dapat mendengar dan membaca firman Tuhan dari rumah masing-masing tanpa mengurangi makna pelayanan.
“Kehadiran media digital membantu gereja menjangkau jemaat tanpa batasan ruang. Namun, kita harus tetap berhati-hati terhadap berita bohong yang dapat menimbulkan perpecahan dan masalah hukum,” ujar Haiser.
Sementara itu Sekretaris Komisi Penelitian dan Pengembangan Klasis GKI Teluk Bintuni, DR. Henry D. Kapuangan, S.Pd, S.IP, MM, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kapasitas pelayanan gereja di tengah tantangan era digital.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelayan gereja semakin mampu memanfaatkan teknologi multimedia untuk menunjang pelayanan, menyebarkan informasi secara benar, serta memperluas jangkauan pengabaran Injil melalui media modern.ungkapnya.(***)








