Bintunipos.com– Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni meminta seluruh satuan pendidikan, khususnya SMP Negeri 1 Manimeri, segera melakukan pembenahan dan validasi data siswa. Langkah ini diambil menyusul ditemukannya ketidaksesuaian antara data ijazah dan Kartu Keluarga (KK) dari total 487 siswa yang terdaftar.
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, menegaskan bahwa validasi data merupakan hal mendasar dalam menjamin tertib administrasi serta keabsahan dokumen pendidikan.
“Validasi data harus menjadi prioritas. Ini penting agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, baik untuk kebutuhan akademik maupun administrasi resmi siswa,” ujarnya saat ditemui di SMP Negeri 1 Manimeri, Kampung Banjar Ausoy, Distrik Manimeri, Rabu (8/4/2026).
Ia juga mengarahkan pihak sekolah agar segera berkoordinasi dengan operator dinas serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Teluk Bintuni guna menyinkronkan data yang bermasalah.
“Segera lakukan koordinasi dengan Disdukcapil agar data siswa benar-benar valid dan sesuai dengan dokumen kependudukan,” tegasnya.
Menurut Dr. Henry, persoalan ketidaksesuaian data tidak hanya terjadi di satu sekolah, tetapi berpotensi terjadi di sekolah lain di wilayah Teluk Bintuni. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kepala sekolah untuk proaktif melakukan pengecekan dan pembaruan data siswa secara berkala.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Manimeri, Dinne Ririhena, S.Pd, mengakui adanya perbedaan data antara ijazah dan KK yang menjadi kendala dalam proses administrasi.
“Yang tidak valid itu ijazah dengan KK,” ungkapnya singkat.
Ia menambahkan, pihak sekolah saat ini tengah berupaya melakukan pembenahan data, sambil tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar. Untuk mendukung proses tersebut, sekolah juga telah menerima bantuan sarana melalui program Starling dari Dinas Pendidikan, berupa dua unit perangkat pendukung pembelajaran.
Baca Juga Sesuai Program,Biaya Kordinasi Hamba Tuhan Akan Dikucurkan
Dari sisi tenaga pendidik, SMP Negeri 1 Manimeri didukung oleh 34 guru, yang terdiri dari 31 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tiga tenaga honorer.
Kembali, Dr. Henry menegaskan bahwa upaya validasi data ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan, khususnya dalam hal administrasi dan keabsahan data peserta didik.
“Diharapkan langkah ini mampu mencegah berbagai kendala di masa mendatang serta memastikan setiap siswa memiliki dokumen yang sah dan akurat,” imbuhnya. [hs)









