Bintuni pos.com, – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118.Upacara itu yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Teluk Bintuni dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”,
Bupati Yohanis Manibuy membacakan amanat resmi Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Mutia Viada Hafid.Adapun pesan Menteri , kebangsaan ini meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menjadikan Astacita sebagai kompas utama pembangunan, sekaligus menempatkan pengelolaan ruang digital dan perlindungan generasi muda sebagai prioritas strategis demi kedaulatan negara dan kejayaan Indonesia di kancah dunia.
Amanat ini menegaskan bahwa peringatan kebangkitan bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Budi Utomo, melainkan momen krusial untuk menyalakan kembali semangat persatuan, kesadaran kolektif, dan tanggung jawab bersama menghadapi tantangan zaman yang kini bergeser ke ranah informasi dan transformasi digital.
“Saudara-saudara yang saya banggakan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 ini hendaknya menjadi titik tolak kita meneguhkan kembali arah jalan bangsa. Astacita haruslah menjadi pedoman dan kompas utama yang menuntun setiap langkah pembangunan nasional kita,” demikian bunyi amanat yang dibacakan Bupati Yohanis, mengutip pesan Menteri Mutia Viada Hafid.
Pemerintah memberikan perintah tegas dan serius kepada seluruh elemen bangsa—mulai dari penyelenggara layanan digital, pelaku usaha, pendidik, hingga seluruh masyarakat—untuk berikhtiar maksimal mewujudkan ruang digital yang sehat, aman, beretika, serta terstruktur sesuai dengan tahapan usia dan tumbuh kembang anak-anak dan remaja Indonesia. Langkah ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga kualitas sumber daya manusia, mengingat ruang maya kini telah menjadi ruang kedua kehidupan bermasyarakat.
Dalam amanatnya, Menteri Mutia mengajak seluruh komponen bangsa: akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, hingga seluruh generasi muda, untuk menghidupkan kembali semangat luhur pendiri Budi Utomo dalam setiap lini kehidupan. Semangat itu harus diterjemahkan melalui tiga pilar utama: penguatan solidaritas sosial di tengah keberagaman, peningkatan literasi digital agar masyarakat cerdas, kritis, dan bijak mengakses informasi, serta komitmen bulat mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kemajuan bersama seluruh rakyat Indonesia.
“Kebangkitan nasional adalah milik kita semua. Kebangkitan itu tidak lahir dari kekuatan satu golongan saja, melainkan bermula dari kesadaran murni setiap individu untuk tumbuh, berkembang, dan bersatu dalam ikatan persatuan kolektif. Dan pada akhirnya, persatuan itulah yang akan mengantar Indonesia berdiri tegak dan berjaya di tingkat dunia,” tegas.
Pada kesempatan itu Bupati Yohanis Manibuy menyampaikan pandangan dan langkah strategis daerah dalam menerjemahkan semangat kebangkitan ini ke dalam konteks pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni. Ia menegaskan, nilai-nilai perjuangan historis para pendiri bangsa tetap menjadi fondasi, namun harus dikemas dalam cara pandang yang relevan dengan dinamika zaman saat ini.
“Semangat perjuangan sejarah yang diletakkan oleh para tokoh pergerakan seperti Budi Utomo adalah warisan abadi kita. Namun, kita kini berada di zaman yang berbeda. Maka, fokus semangat kebangkitan kita hari ini harus tertuju sepenuhnya pada transformasi digital. Perhatian khusus wajib kita berikan kepada anak-anak kita, generasi penerus yang kian hari kian aktif berselancar dan bersosialisasi di media sosial,” ujar Bupati Yohanis.
Untuk mewujudkan kemajuan daerah sejalan dengan arahan pusat, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni telah merancang langkah konkret berupa program edukasi dan sosialisasi masif. Program ini bertujuan menanamkan kembali nilai-nilai luhur perjuangan ke dalam pola pikir generasi muda, agar mereka mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dengan cara yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab.ungkap Bupati.(0sa)









