Bintuni pos.com,– Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Teluk Bintuni je-23 Tahun yang jatuh pada tanggal (09/06).Pihak panitia HUT menggelar berbagai kegiatan olah raga ,salah satunya lomba mancing bareng (07/06).
Sebanyak 408 peserta dari berbagai komunitas ambisius mengikuti lomba mancing bersama.Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara juga ikut serta sebagai perserta lomba mancing bersama membuat para peserta ceria dan bersemangat.
Kegiatan yang berlangsung di Kolam Pemancingan Nusantara 2, Distrik Bintuni Timur, menjadi ajang silaturahmi sekaligus hiburan akbar bagi masyarakat.
Sesuai pantauan, lomba mancing dalam rangka HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni berlangsung meriah dan disambut antusias masyarakat.
“Peserta yang resmi terdaftar sebanyak 408 orang, dari sekitar 1000 pendaftar. Adapun ikan yang disebar dan dihitung dalam lomba ini adalah jenis ikan Nila dan ikan berpita ‘Jackpout’,” Ujar Ketua pelaksana kegiatan, Firman Upe.
Selain itu pula, kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan hobi memancing serta mempererat tali silaturahmi antar Masyarakat dan komunitas mancing di Teluk Bintuni, bersama jajaran Forkopimda, dan Kepala Daerah lebih harmonis.
“Kapasitas empang kami ini hanya empat ratusan. Pertama kami buka sisi hanya 250an peserta dengan jarak satu meter lebih lapak. Meledaknya pendaftaran membuat panitia fokus atur lapak seharian, akhirnya jaraknya kami rapikan jadi 50 cm. Sebab meningkat menjadi 408 peserta. Berarti begitu banyak minat orang mau ikuti lomba mancing, terutama antusiasme masyarakat dalam memeriahkan HUT ke 23 Tahun Teluk Bintuni,”Ujar Ketua Panitia, Firman Upe.
Upe menjelaskan, bahwa pendaftaran lomba ini gratis. Total hadiah disiapkan sampai dengan juara ke – 23 sesuai usia HUT Bintuni.
“Jadi Juara 1 mendapat Rp.10 juta, juara 2 Rp.9 juta, juara 3 Rp.8 juta, hingga juara 23 Rp500 ribu. Selain itu panitia juga menyiapkan 23 ekor ikan “jackpot” bertanda pita. Siapa pun yang mendapat ikan jackpot berhak bonus Rp500 ribu di luar hadiah juara,”Beber Firman Upe.
Sembari menjelaskan singkat aturan perlombaan, dimana ikan yang ditimbang hanya ikan nila terberat, peserta wajib pakai 1 joran 1 mata kail, umpan bebas, dan ikan hasil pancingan boleh dibawa pulang.
“Panitia juga tegas mendiskualifikasi peserta yang ketahuan curang atau “mengopor” ikan ke peserta lain,”Jelasnya.
“Kami Panitia berterima kasih kepada Waka, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang mendukung. Tanpa pemerintah daerah, kegiatan ini tidak bisa berjalan. . [tim]









